November 25, 2020

Review Villa with Pool Sea View di Radika Paradise, Wonosari, Yogyakarta

Assalamualaikum,

Kami sekeluarga menginap di Radika Paradise bulan November 2020. Sebenarnya, untuk postingan ini masih ingin ditulis beberapa minggu lagi, tapi karena beberapa teman menanyakan review Radika Paradise, jadi saya tulis saja sekalian

Saya tahu penginapan Radika Paradise dari postingan instagram (entah postingan yang mana), yang pasti setelah tahu postingan itu, saya langsung whatsapp CP yang tertera di kontak instagram. Oh iya bisa meluncur langsung ke ig @radika_paradise. Dari whatsapp, saya dapat informasi mengenai harga tiap type kamar, dan langsung saya bandingkan di traveloka yang lebih murah sedikit.

Kenapa tertarik di Radika Paradise?

Jujur yang bikin tertarik adalah fasilitas pool pribadinya. Walaupun memang, poolnya tidak besar, tapi saya rasa cukup untuk kami berempat sekeluarga. Saat pandemi ini, memang kami belum pernah ke kolam renang, paling banter ya main di kolam karet di halaman rumah, hehe. Singkat cerita setelah tahu harga lebih murah di traveloka, saya langsung booking untuk bulan November. Sebelum berangkat sebetulnya juga ingin sewa floaties, tapi sama suami ga diijinkan, karena menurutnya bakal ga kepakai banyak di sana (karena kolamnya kecil).



November 12, 2020

#1 #CoupleRide yang masih jadi Gowes Keluarga : Gowes ke Potorono tembus Jl Wonosari

 Assalamualaikum 

Tanggal 22 Mei 2020, road bike sudah mendarat di dalam ruang tamu rumah. Maklum, rumah kami juga mengayomi parkiran sepeda didalam rumah, hehehe. Dan tanggal 25 Mei di gaskeun suruh coba road bike keliling belakang rumah oleh pak suami, sambil dikawal anak anak naik mobil. Berhubung bulan Mei sudah masuk di bulan pandemi, yang kita semua sudah dikasih peraturan #dirumahaja , anak anak jadi super excited saat tahu akan ngawal bundanya sepedaan. Padahal mereka hanya di dalam mobil, ga keluar sama sekali. Hehe

Rutenya simpel


Dari Jl Pleret KM 1, masuk ke belokan menuju arah TPA Piyungan. Pertigaan menuju TPA Piyungan, belok kiri yang nanti nya bisa tembus ke daerah Jl Wonosari (Plang Kids Fun).





Thankyou guys sudah maksa bunda buat tidak mager

I love youu 3000

Alasan di Balik Couple Ride

Assalamualaikum,

Karena sudah lama sekali ga nulis blog, jadi sekarang mau bikin tema baru yaitu couple ride. Alasannya sekarang lumayan sering diajak suami sepedahan agak jauh, ga cuman ke Malioboro atau ke Embung Potorono, hehe. Alhamdulillah bulan Mei diajak (paksa) suami untuk dibelikan sepeda road bike. Saya yang memang belum tertarik untuk sepedahan, sebenarnya sudah menolak, istilahnya wes wegah wegah ditukoke sepeda, karena merasa memiliki sepeda lipat dan MTB di rumah sudah sangat cukup. Mau sepeda model apalagi sih?

Tapi karena suami deal untuk menjual MTB nya (yang itu adalah hadiah ulang tahun saya untuknya, hahaha), yasudah saya setuju untuk dibelikan sepeda. Untuk tipe sepeda, warna, seri sepeda, semuanyaa saya serahkan ke suami. Saya hanya manut di belakangnya bersama anak anak, duduk di kursi tunggu, dan beruntung stok di Jakarta masih ada, jadi bisa langsung transaksi. Seminggu kemudian, sepedanya sudah datang dan selesai dirakit.

Alhamdulillaah, walaupun masih bingung dibuat apa sepedanya, karena tau rute cuman sekitaran belakang rumah, hehe. But welcome home my Giant Liv Langma SL 2.



Bismillah semoga ga malas buat update cerita tentang Couple Ride AsyrofiRachma sejak bulan Mei 2020 yaa. Karena ternyata walaupun menulis di instagram lebih mudah, tapi feel pembaca di blog sepertinya lebih masuk buat aku ^^. 

October 2, 2020

Awal Pandemi 2020,



Lomba 17-an tahun 2020 yang dirayakan sederhana



Assalamualaikum

Bismillah, Alhamdulillah, Astaghfirullah, triwulan tahun 2020 kita semua mendapatkan cobaan besar, tidak hanya untuk segelintir orang, tapi juga untuk seluruh dunia, COVID 19. Sungguh saat ada virus ini, saya dibuat shock, saya sempat tidak bisa tidur saking kepikirannya tentang hidup saya dan anak anak. Alhamdulillahnya saya ingat perkataan salah satu ulama, kita di dunia itu ya buat persiapan mati, menuju mati itu macam macam. Iyaa saya paham pasti akan mati, tapi anak anak gimana. Astaghfirullah maafkan saya ya Allah, lupa akan kuasamu tentang rejeki. Insya Allah rejeki sudah diatur olehMu.

Awal pandemi saya berasa orang paling malang, bagaimana tidak, keadaan saat itu si mbak tiba tiba harus pulang, bahkan rencana resign. Di sisi lain sekolah anak anak tutup semua, semua bilang nanti kita WFH tapi kenyataannya di kantor saya tidak mendapat jadwal WFH, kalaupun ada 1 kali 1 minggu. Sudah gitu suami juga di luar kota, posisi kami yang LDM tentu cukup sulit ketika seluruh transportasi umum ditutup, belum lagi lockdown dari segala arah. Mau nangis rasanya hati saya seolah tertutup dengan semua doa dari orang yang saya curhati, ngeluh ke manusia sudah, ngeluh ke Allah yang lupa.

Masya Allah, sampai sekarang masih tidak percaya, kalau bisa melewati itu semua walaupun pakai hati yang lelah, raga yang  capek. Masya Allah Alhamdulillah, kekuatan doa, dan kalau kata temen “wes yakin wae  semua  sudah diatur Allah. Jalanin semuanya aja”. Pada saat itu akhirnya suami bolak balik Cirebon Jogja pakai kendaraan pribadi, jaga anak anak sambil kerja di rumah 1 minggu, kemudian gantian sama saya 1 minggu, begitu terus nyaris 1.5-2 bulan kami jalani. Semua kami jalani bersama, jujur saya terharu suami mau bolak balik untuk anak anak. Karena di awal saya merasa sendirian, ga ada yang bantuin, suami juga diluar kota.

Dan Alhamdulillah si mbak gajadi resign, oleh anaknya masih diijinkan bekerja maksimal 1 tahun lagi di tempat kami. Bersyukur tiada henti kami ucapkan ke gusti Allah, anak anak pun lega mbak tidak jadi resign, iyaa mbak di rumah sudah 4 tahun membantu saya di rumah, pasti kami semua sedih ketika dia resign.

 

COVID ini memang ajaib, ukurannya kecil tapi mampu membuat semua orang bergidik ngeri, tapi mau tidak mau  semua pembiasaan baru dimulai. Dia memang mengerikan, tapi dia mengajarkan saya untuk tetap sabar dengan anak anak di rumah selama daring, hehe. Dia memang kecil, tapi kekuatannya yang besar mengingatkan saya bahwa Gusti Allah masih ada menolong kami. Allah MAHA BESAR.


Semoga Allah jaga keluarga kecil dan keluarga besar kami


Mengijinkan kami bertemu kembali besok bersama sama secara fisik dan batin.

 

Aamiin 


Salam,
Rachma

October 1, 2020

Gowes Bareng Anak : Ke Gerbang Banyu Langit (YOGYAKARTA)

Assalamualaikum, 

kali ini saya mau share tentang destinasi wisata –Gerbang Banyu Langit- yang lokasi tepatnya ada di daerah Bintaran, Yogyakarta. Kebetulan kami kesini sambil gowes dari rumah, jarak dari rumah PP cuman 12-14 km saja. LUCKY ! Berangkat dari rumah nge gowes berempat, adek Kani dibonceng bunda, pake helm, pake sandal, bawa boneka, SANTUY CUY ^^. Saat berangkat, rencana awal ya cuman muter biasa, dek Kani malah minta ke embung Potorono lagi. Tapi setelah diingat ingat, kok kayaknya teman bunda ada yang pernah share story sepedaan ke Gerbang Banyu Langit. Cek ricek kilometernya ternyata dekat, cocok buat kakak yang masih perlu pembiasaan gowes jauh.


August 27, 2020

Cerita Rumah Rachma : Sstt... Jangan Bilang Kakak ya bun #AktaKani2020



27 Agustus 2020

 Pagi ini, saat sarapan dek Kani mepet mepet bunda, sambil bawa lego minecraft milik kak Akta. Trus bunda tanya “Kenapa dek?”

“hehe, gak apa. (trus taruh lego minecraft kakak) Bun, jangan bilang kakak ya kalau aku rusakin ini”

“Kenapa?”

Adek senyum aja

“Takut kakak marah?”

“Iya”

Saya senyum saja trus bisikin, “Dek, tanggung jawab ya... kalau memang salah, gak apa mengaku saja ya”

Kemudian saya bergegas ke kamar Akta, trus bilang

“Kak, bunda mau cerita. Jadi tadi dek Kani merusak salah satu barang kakak, trus dia bilang ke bunda biar ga cerita ke kakak Akta”

“Lha kenapa?”

“Dek Kani tu mau jujur, tapi takut kakak marah. Gimana dong kak?”

Belum selesai pertanyaannya, ternyata dek Kani masuk ke kamar kakak sambil takut takut.

“Kakk....” panggil dek Kani

“Apa dek?”

“Mau minta maaf. Aku rusakin lego minecraft kakak”

“Ooh... mana legonya?”

Trus mereka berdua jalan ke lokasi prahara (hasek, wkwkkw)

Dan kakak bilang “Ooo... ini lepas aja sih dari lantainya. Gak papa bisa dibenerin lagi. Untung bukan yang rumah dek, kalau rumah yang rusak, kakak bisa sedih banget sampe nangis (wkwkwk). Soalnya ini susah banget bikinnya”

 ❤️❤️❤️❤️❤️

Trus bunda bisikin “Bilangiin makasih karena sudah jujur kaaakk”

  ❤️❤️❤️❤️❤️

“Oiya dek, makasih ya dek sudah jujur. Kakak bangga sama adek sudah jujur”


  ❤️❤️❤️❤️❤️ ❤️❤️❤️❤️❤️ ❤️❤️❤️❤️❤️ ❤️❤️❤️❤️❤️ ❤️❤️❤️❤️❤️ ❤️❤️❤️❤️❤️ ❤️❤️❤️❤️❤️ ❤️❤️❤️❤️❤️

Bunda buangga banget sama kakak dan adek

I love you both

Rukun terus ya nak, saling menjaga, saling support dalam kebaikan


Salam,

dari Bunda yang bangga punya kalian berdua

Akta 8 tahun dan Kani 4 tahun

 

July 28, 2020

2020 : Jalan Jalan ke Pantai Woh Kudu, Gunung Kidul


Assalamualaikum

Bulan Maret 2020 kemarin, kami sekeluarga pergi berwisata ke salah satu pantai di Gunung Kidul. Awalnya karena kita sudah lamaa sekali tidak main air, dan masya Allah ternyata beberapa minggu setelah itu, beberapa akses ke pantai ditutup karena COVID19.


Saya dan suami baru memutuskan akan berangkat ke pantai Woh Kudu saat dalam perjalanan, hehe, bener kaan kalau mendadak tuh sering bisanya. Kenapa Woh Kudu? Yaa biasa lah, dunia social media, bisa menarik pengunjung juga untuk ke pantai. Siapa tau yang baca tulisan ini juga akan langsung memutuskan ke pantai Woh Kudu.

Akses ke pantai Woh Kudu sudah cukup bagus, kami berangkat dari Jogja Bagian Pleret ke arah Wonosari, sepanjang jalan sudah beraspal, tapi saat mulai masuk area pantai jalan hanya muat untuk 1 mobil, jadi kalau berpapasan mungkin agak sulit. Alhamdulillah kami kemarin jarang sekali berpapasan dengan mobil, jadi aman, dan berarti pantai Woh Kudu SEPI ! YES !!!

Di jalan saya langsung browsing tentang pantai Woh Kudu, eh eh tunggu, kok pada merekomendasikan pakai sandal gunung (lebih baik), lhaa itu si mbak malah pakai sandal jepit jinjit (haha, kan dikirain jalannya kayak ke parangtritis gitu, biasaa cewek, kalau pakai jepitan jinjit kan bajunya ga terlalu kena air). Sepanjang jalan saya diam aja sih ga bahas tentang pantainya. Trus tiba tiba suami celetuk “Bun, pantai Woh Kudu itu kayak apa sih? Soalnya ayah cuman liat fotonya aja”
Haah, seriusan ini yang ngajakin malah gatau pantainya kayak gimana? Haha





Langsung saya jelaskan, ini tuh disuruh pakai sandal jepit kalau bisa sandal gunung, trus hati hati soalnya jalanannya curam. Langsung deh suami bingung, kalau pantainya kayak Ngrandakan mah ga enak buat main air ya, kan kita ke pantai tujuannya biar anak anak bisa main air, keceh, dsb. Yaudah baju ganti kami tinggal semua di mobil, asumsinya nanti cuman liat kondisi pantai, kalau ga bisa buat main kita pulang pindah pantai.



Masya Allah, memang sih jalan menuju pantai nya curam, berbatu tajam, dan licin (karena musim hujan), tapi view pantainya masya Allah BAGUS BANGEET, apalagi sepi juga, anak anak langsung memutuskan main air disana. Pantai Woh Kudu tidak terlalu luas, karena diapit 2 tebing, dan karena aksesnya yang cukup susah, pantai ini masih bersih, sepi, dan asik untuk camping. Info dari ibu ibu yang jual makanan (hanya ada 2 warung saja, tapi tenang... INDOMIE juga dijual disana, jadi perut aman, haha) pantai Woh Kudu biasanya ramai saat tahun baru. Malah sempat aksesnya ditutup karena saking ramainya yang camping, bahkan jalan aspal menuju pantai Woh Kudu macetnya panjang banget, ga kebayang deh, padahal gabisa buat papasan, tapi macetnya panjang, mau muter mobil dimana, hehe.








Kami datang sekitar jam 8 dan pulang jam 12. Memang selama itu gaes, hehe, karena pengunjungnya tidak banyak, jadi puas banget main disini. Saya aja cuman duduk santai , happynya masya Allah. Dan kami pulang pun karena awan sudah mendung sekali, plus baju ganti masih di atas, karena semua ditinggal di mobil. Baruu mau naik ke atas, eh hujan, hehe, jadilah kami hujan hujanan naik ke atas diiringi lagu dek Kani tik tik tik bunyi hujan. Alhamdulillah kakak Akta sudah mandiri, bisa jalan sendiri ke atas, tapi tetap perlu mata awas sebab jalanan licin dan berbatu tajam. Ayah di depan, gendong dek Kani, lanjut kakak Akta di belakang, mbak Mar, dan saya paling belakang. Alhamdulillah walau hampir terpeleset kami semua sampai di atas dengan selamat, dan syiook ternyata yang parkir banyak tapi gabisa turun karena hujan. Alhamdulillaah cita cita bawa anak ke pantai bisa keturutan.


Allah yang kasih kemudahan ^^

HTM Masuk Pantai Woh Kudu : Rp 5.000/orang (kalau tidak salah) 
Untuk harga makanan semua normal kok, 1 mangkok mie tidak sampai Rp 10.000,- 

Salam,
Rachma


July 22, 2020

Liburan ke Cirebon 2019 lalu


Assalamualaikum

Berhubung memori card bunda sudah full :) saatnya kompilasi foto dan cerita di blog ini. Semoga yang baik baik bisa diambil karena datangnya dari Allah, yang jelek bisa dibuang saja, jangan ditiru karena itu murni kesalahan saya sebagai penulis ^^. Bismillah...

Buka juga link ini untuk list kuliner Cirebon : KLIK SINI YAH LIST KULINER CIREBON

Perjalanan kali ini ke tempat kos ayah di Cirebon bulan Desember 2019 lalu, yang kata anak anak tiap video call selalu bilang ayah enak tidurnya di hotel kos kosan, hahahaa... alasannya simpel, karena di kamar ada TV, AC dan sprei kasur warna putih. Beberapa bulan sebelumnya, bunda sudah pesan tiket kereta berempat (iyaa kali ini bunda ga sendirian jaga anak anak, ada ayah yang menemani), dan karena ayah ga libur kerja, jadi di Cirebon full jaga anak anak di kamar kosan yang ACnya rusak. LOL. Tuh naaakk rusak naakk AC nya, impian tidur di kamar hotel kosan, musnah.



Kami 4 hari di Cirebon,

Hari pertama di kosan, pergi ke playground, nge mall di Grage Mall
Lokasi kosan ayah emang di pusat kota, jadi keluar kosan tinggal beberapa KM lagi ke beberapa mall, ke carefour, sampai bioskop. Tempat makan hits juga super banyak, jadi emang strategis banget. Biar anak anak ga boring di kamar, kita memutuskan keluar naik gocar ke mall buat main main. Dan kaget dong, setirannya supir Cirebon sama Jogja beda cuy, haha... walau di Jogja pernah dapat yang ke jakarta jakarta an, tetep beda.







Pulang kantor, nyusul ke playground. Best DAD !

Hari kedua kami pergi ke Tegal (karena super gabut di Cirebon, kuliner mulu dan ga ada tempat wisata disana). Kata suami mau ke Kuningan atau Brebes sekalian Tegal? Ya udah kami kesana aja sesuai arah maps membawa kami berempat. Sampai tegal kami bingung mau ngapain, hahaha... akhirnya ke Gucci yang hits ituu, dan kapok! Males banget kesana lagi. Pulangnya, kami mampir beli telor asin Brebes, kuliner sate kambing Tegal, dan beli tahu murni di (LUUPA!) hehe. Alhamdulillahnya, kami beli di saat tahu tinggal 1 porsi terakhir (awalnya malah dibilang habis, udah sedih karena pengen cobain gegara liat review di gmaps bagus), dan sate kambingnya masih ada yang buka !


Naik kuda yang ga jadi video tapi full ngakak, hehehe, memorable :)

Belanja strawberry di perjalanan pulang dari Gucci




Ini enak banget gaes !
Hari ketiga kulineran lagi, hihi 💌









Hari keempat, bunda tepar, sakit, masuk angin padahal sorenya sudah ada tiket perjalanan pulang ke Yogyakarta. Akhirnya cari tempat untuk pijat, tapi di Cirebon sulit juga ya untuk cari tempat pijat, adanya refleksi. Yaah mau ga mau sih yaa J hehehe

makasih yaa nungguin bunda pijat :)


dah ah segini duluu :) baru kali ini nulis singkat banget, karena memang Cuma refresh ingatan ^^

Link Kuliner : 
1. Bubur ayam cirebon (update nama nanti ya)
2. Sate batibul bang awi Tegal
3. Mie Bihun Koclok bang Sam
4. Tahu Murni Hj Siti Rochmah
5. Empal Gentong Krucuk
6. Es Oyen (update nama nanti ya)

Salam,
Xoxo
Rachma