July 28, 2020

2020 : Jalan Jalan ke Pantai Woh Kudu, Gunung Kidul


Assalamualaikum

Bulan Maret 2020 kemarin, kami sekeluarga pergi berwisata ke salah satu pantai di Gunung Kidul. Awalnya karena kita sudah lamaa sekali tidak main air, dan masya Allah ternyata beberapa minggu setelah itu, beberapa akses ke pantai ditutup karena COVID19.


Saya dan suami baru memutuskan akan berangkat ke pantai Woh Kudu saat dalam perjalanan, hehe, bener kaan kalau mendadak tuh sering bisanya. Kenapa Woh Kudu? Yaa biasa lah, dunia social media, bisa menarik pengunjung juga untuk ke pantai. Siapa tau yang baca tulisan ini juga akan langsung memutuskan ke pantai Woh Kudu.

Akses ke pantai Woh Kudu sudah cukup bagus, kami berangkat dari Jogja Bagian Pleret ke arah Wonosari, sepanjang jalan sudah beraspal, tapi saat mulai masuk area pantai jalan hanya muat untuk 1 mobil, jadi kalau berpapasan mungkin agak sulit. Alhamdulillah kami kemarin jarang sekali berpapasan dengan mobil, jadi aman, dan berarti pantai Woh Kudu SEPI ! YES !!!

Di jalan saya langsung browsing tentang pantai Woh Kudu, eh eh tunggu, kok pada merekomendasikan pakai sandal gunung (lebih baik), lhaa itu si mbak malah pakai sandal jepit jinjit (haha, kan dikirain jalannya kayak ke parangtritis gitu, biasaa cewek, kalau pakai jepitan jinjit kan bajunya ga terlalu kena air). Sepanjang jalan saya diam aja sih ga bahas tentang pantainya. Trus tiba tiba suami celetuk “Bun, pantai Woh Kudu itu kayak apa sih? Soalnya ayah cuman liat fotonya aja”
Haah, seriusan ini yang ngajakin malah gatau pantainya kayak gimana? Haha





Langsung saya jelaskan, ini tuh disuruh pakai sandal jepit kalau bisa sandal gunung, trus hati hati soalnya jalanannya curam. Langsung deh suami bingung, kalau pantainya kayak Ngrandakan mah ga enak buat main air ya, kan kita ke pantai tujuannya biar anak anak bisa main air, keceh, dsb. Yaudah baju ganti kami tinggal semua di mobil, asumsinya nanti cuman liat kondisi pantai, kalau ga bisa buat main kita pulang pindah pantai.



Masya Allah, memang sih jalan menuju pantai nya curam, berbatu tajam, dan licin (karena musim hujan), tapi view pantainya masya Allah BAGUS BANGEET, apalagi sepi juga, anak anak langsung memutuskan main air disana. Pantai Woh Kudu tidak terlalu luas, karena diapit 2 tebing, dan karena aksesnya yang cukup susah, pantai ini masih bersih, sepi, dan asik untuk camping. Info dari ibu ibu yang jual makanan (hanya ada 2 warung saja, tapi tenang... INDOMIE juga dijual disana, jadi perut aman, haha) pantai Woh Kudu biasanya ramai saat tahun baru. Malah sempat aksesnya ditutup karena saking ramainya yang camping, bahkan jalan aspal menuju pantai Woh Kudu macetnya panjang banget, ga kebayang deh, padahal gabisa buat papasan, tapi macetnya panjang, mau muter mobil dimana, hehe.








Kami datang sekitar jam 8 dan pulang jam 12. Memang selama itu gaes, hehe, karena pengunjungnya tidak banyak, jadi puas banget main disini. Saya aja cuman duduk santai , happynya masya Allah. Dan kami pulang pun karena awan sudah mendung sekali, plus baju ganti masih di atas, karena semua ditinggal di mobil. Baruu mau naik ke atas, eh hujan, hehe, jadilah kami hujan hujanan naik ke atas diiringi lagu dek Kani tik tik tik bunyi hujan. Alhamdulillah kakak Akta sudah mandiri, bisa jalan sendiri ke atas, tapi tetap perlu mata awas sebab jalanan licin dan berbatu tajam. Ayah di depan, gendong dek Kani, lanjut kakak Akta di belakang, mbak Mar, dan saya paling belakang. Alhamdulillah walau hampir terpeleset kami semua sampai di atas dengan selamat, dan syiook ternyata yang parkir banyak tapi gabisa turun karena hujan. Alhamdulillaah cita cita bawa anak ke pantai bisa keturutan.


Allah yang kasih kemudahan ^^

HTM Masuk Pantai Woh Kudu : Rp 5.000/orang (kalau tidak salah) 
Untuk harga makanan semua normal kok, 1 mangkok mie tidak sampai Rp 10.000,- 

Salam,
Rachma


July 22, 2020

Liburan ke Cirebon 2019 lalu


Assalamualaikum

Berhubung memori card bunda sudah full :) saatnya kompilasi foto dan cerita di blog ini. Semoga yang baik baik bisa diambil karena datangnya dari Allah, yang jelek bisa dibuang saja, jangan ditiru karena itu murni kesalahan saya sebagai penulis ^^. Bismillah...

Buka juga link ini untuk list kuliner Cirebon : KLIK SINI YAH LIST KULINER CIREBON

Perjalanan kali ini ke tempat kos ayah di Cirebon bulan Desember 2019 lalu, yang kata anak anak tiap video call selalu bilang ayah enak tidurnya di hotel kos kosan, hahahaa... alasannya simpel, karena di kamar ada TV, AC dan sprei kasur warna putih. Beberapa bulan sebelumnya, bunda sudah pesan tiket kereta berempat (iyaa kali ini bunda ga sendirian jaga anak anak, ada ayah yang menemani), dan karena ayah ga libur kerja, jadi di Cirebon full jaga anak anak di kamar kosan yang ACnya rusak. LOL. Tuh naaakk rusak naakk AC nya, impian tidur di kamar hotel kosan, musnah.



Kami 4 hari di Cirebon,

Hari pertama di kosan, pergi ke playground, nge mall di Grage Mall
Lokasi kosan ayah emang di pusat kota, jadi keluar kosan tinggal beberapa KM lagi ke beberapa mall, ke carefour, sampai bioskop. Tempat makan hits juga super banyak, jadi emang strategis banget. Biar anak anak ga boring di kamar, kita memutuskan keluar naik gocar ke mall buat main main. Dan kaget dong, setirannya supir Cirebon sama Jogja beda cuy, haha... walau di Jogja pernah dapat yang ke jakarta jakarta an, tetep beda.







Pulang kantor, nyusul ke playground. Best DAD !

Hari kedua kami pergi ke Tegal (karena super gabut di Cirebon, kuliner mulu dan ga ada tempat wisata disana). Kata suami mau ke Kuningan atau Brebes sekalian Tegal? Ya udah kami kesana aja sesuai arah maps membawa kami berempat. Sampai tegal kami bingung mau ngapain, hahaha... akhirnya ke Gucci yang hits ituu, dan kapok! Males banget kesana lagi. Pulangnya, kami mampir beli telor asin Brebes, kuliner sate kambing Tegal, dan beli tahu murni di (LUUPA!) hehe. Alhamdulillahnya, kami beli di saat tahu tinggal 1 porsi terakhir (awalnya malah dibilang habis, udah sedih karena pengen cobain gegara liat review di gmaps bagus), dan sate kambingnya masih ada yang buka !


Naik kuda yang ga jadi video tapi full ngakak, hehehe, memorable :)

Belanja strawberry di perjalanan pulang dari Gucci




Ini enak banget gaes !
Hari ketiga kulineran lagi, hihi 💌









Hari keempat, bunda tepar, sakit, masuk angin padahal sorenya sudah ada tiket perjalanan pulang ke Yogyakarta. Akhirnya cari tempat untuk pijat, tapi di Cirebon sulit juga ya untuk cari tempat pijat, adanya refleksi. Yaah mau ga mau sih yaa J hehehe

makasih yaa nungguin bunda pijat :)


dah ah segini duluu :) baru kali ini nulis singkat banget, karena memang Cuma refresh ingatan ^^

Link Kuliner : 
1. Bubur ayam cirebon (update nama nanti ya)
2. Sate batibul bang awi Tegal
3. Mie Bihun Koclok bang Sam
4. Tahu Murni Hj Siti Rochmah
5. Empal Gentong Krucuk
6. Es Oyen (update nama nanti ya)

Salam,
Xoxo
Rachma

March 7, 2020

Jogja Medical Center : Klinik Tumbuh Kembang Anak di Jogjakarta

Assalamualaikum


Masih teringat di kepala saya setahun yang lalu, saya dan suami bingung mencari tempat untuk bertemu dengan psikolog klinis yang concern dengan anak. Informasi yang tersedia di dunia maya juga terbatas, kebanyakan semua ada di Jakarta. Begitupun dengan artikel kesehatan, baik secara kesehatan mental maupun psikologis anak yang dibuat oleh psikologi klinis, sangat sedikit apabila kita bandingkan dengan tulisan para dokter anak yang makin hits di era sekarang. 
Pembukaan Open House oleh Tasniem F, direktur JMC

Padahal penting banget loh, dengan pressure kehidupan jaman now, selain orangtuanya yang perlu bahagia, maka kita juga harus memastikan anak hidup dengan bahagia baik secara fisik maupun mental. Oleh karena itu, penting kita sebagai orangtua untuk lebih aware dengan tumbuh kembang anak, tidak hanya mengenai aspek berat anak sekarang berapa, atau tingginya, atau sekarang sudah bisa ini itu, tapi juga lebih peduli tentang bagaimana sih perasaan anak saat dia mengalami perasaan sedih, senang, ataupun marah.

Alhamdulillah di Jogja sudah ada klinik layanan psikologi yaitu Jogja Medical Center, (JMC). JMC menyediakan pelayanan biro psikologi, yang melayani konsul tumbuh kembang anak. Prosedur awalnya akan dilakukan assessment untuk anak dan orang tua (kedua belah pihak), yaitu pengumpulan informasi baik dari anak maupun dari orangtua yang nantinya hasil assessment tersebut akan dijadikan dasar untuk mengambil jenis layanan selanjutnya, apakah harus terapi maupun konsultasi dengan psikolog anak saja. Apa saja jenis terapinya? Ada terapi wicara, terapi sensori, terapi okupasi, terapi perilaku, dan  play therapy. Btw, hasil assessment tidak akan selalu dirujuk untuk therapy ya, karena bisa juga hasilnya baik baik saja.

Nah, kapan sih kita merasa harus melaksanakan assessment? Coba cek gambar berikut ini :

Di JMC juga ada pelayanan play therapy , yang dihandle langsung oleh Grace Melia, yang sudah tersertifikasi Academy of Play and Child Psychotherapy. Kapan sih kita perlu melakukan play therapy ?
Hal itu yang saya tanyakan pada mba Grace, apa bedanya kita konsul dengan psikolog anak dengan ke terapis play therapy? Dan dijawab,
Sebenarnya bisa dari psikolog anak yang melakukan assessment dan kalau rekomendasinya ke play therapy ya silahkan datang ke sini. Tapi bisa juga langsung datang ke mba Grace dan di assessment oleh yang beliau. 
Play therapy cocok untuk terapi anak mulai dari umur 4 sampai dengan 18 tahun, sebenarnya ini juga sejalan dengan fitrah anak yakni bermain, dan memang anak akan lebih mudah mengutarakan perasaannya dengan bermain. Salah satu mindset yang harus ditanamkan sebelum memulai therapy adalah

Aku dan anakku mengikuti play therapy (maupun seluruh jenis terapi lainnya) adalah untuk membantu mengoptimalkan hubunganku dengan anak

Bukan
Aku dan anakku mengikuti play therapy (maupun seluruh jenis terapi lainnya) karena aku berharap jenis terapi tersebut adalah bengkel buat benerin anakku yang tantrum, anakku yang belum bisa bicara.
Itu BIG NO NO banget ya buibu… sesungguhnya ketika kita mencoba ikhtiar terapi, maka sebaiknya kita optimalkan juga hubungan kita dengan pasangan dan anak, optimalkan pula stimulasi untuk anak.

Kalau kadang kita merasa, eh anakku kayaknya perlu minum vitamin biar tambah tinggi, kita juga perlu merasa konsul ke psikolog kalau ada yang janggal dengan anak. Jaman sekarang, konsul dengan psikolog bukanlah suatu hal yang tabu, malah demi kebaikan kalau memang perlu datang ke ahlinya, yuk datang.

Selain fokus pada tumbuh kembang anak, di Jogja Medical Center juga mengunggulkan pelayanan mereka, yaitu dengan menyediakan one stop clinic untuk orang dewasa, ada poli gigi dan poli umum. Surprise, tempat pelayanan mereka super cozy, ruangannya bagus, bersih, juga yang terpenting cahaya di dalam ruangan juga terang. Untuk para orang tua yang menunggu terapi anak anak, JMC juga menyediakan ruang tunggu yang nyaman, ber AC dan ada free snack. Tidak hanya itu, untuk para anak yang menunggu jadwal giliran terapi di sediakan playground, dan juga pojok baca yang menyenangkan. 




numpang pose di depan tangga menuju lantai 2, tempat terapi wicara, okupasi dan playground

Untuk cek galeri foto ruangan JMC bisa klik link INI
Dan buat buibu yang merasa butuh layanan dari JMC bisa langsung kesini ya :
Jogja Medical Center (cek di google maps juga ada)
Jl. Gondangraya No. 17, Condong Catur, Depok Sleman, Yogyakarta, 55283.
  • Telephone
    (0274) 2830-919
  • Hotline Tumbuh kembang Anak dan Biro Psikologi
    0811-295-4800
  • Hotline Poli Umum dan Poli Gigi
    0811-2542-111
Salam sehat,
Rachma

November 26, 2019

Hadiah Ulang Tahun ke7 : Kemah Keluarga


Assalamualaikum ... 

“Ma, aku seneng banget sama hadiah ulang tahunku yang ke 7” begitu kata Akta kepada saya saat kami selesai main tutup mata dan kejar kejaran di lokasi perkemahan.
“Masya Allah kak, terimakasih yaa sudah bilang. Bunda juga seneng banget liat kakak ceria” jawab saya sambil memeluk dia dengan kencang tapi hangat.


Tanggal 22 November kemarin, Akta berulang tahun yang ke 7, berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, kami sudah memberitahu Akta bahwa tidak ada perayaan tiup lilin atau dirayakan bersama teman teman, karena sudah 7 tahun, insya Allah akan kami siapkan hadiah jalan jalan atau makan makan sekeluarga, yang bisa menambah koleksi memori kebersamaan semakin banyak.
Selain itu di tahun ini, ada yang spesial untuk Akta, yaitu kami belikan dompet untuk uang sakunya selama seminggu (dan uang sakunya bentuk voucher, yang tidak bisa dipakai jajan di rumah, jelas yaa bukan uang jajan, tapi uang saku), kemudian hadiah permen karet, wkwkwk. Iyaa untuk permen karet, cukup jelas di keluarga kami, saya dan suami sepakat tidak boleh makan permen karet kalau belum 6 atau 7 tahun. Jadi bisa dibayangkan bahagianya Akta saat saya bawa permen karet trus bilang “Selamat ulang tahun kakak Akta” hahaha... trus Akta ga pernah makan permen karet dong? Pernah, namanya anak anak, mesti dapat ajalah dari teman temannya. Kalau sudah gitu gimana dong? Ya bilang, kalau bunda sedih, kakak ga menepati janji, dan tetep bilang akan bunda belikan sendiri umur 7 tahun ^^

Dompet, permen karet, dan berkemahJ

Kemah keluarga yang sudah direncanakan 1 tahun sebelumnya tapi ra tekan tekan, haha, akhirnya saya (iya memang suami manut aja) dilaksanakan saat Akta ulang tahun. Anaknya super happy, bolak balik make sure rencananya jadi.

Trus, apa saja dong yang harus disiapkan selama kemah?

1. Pastikan semua anggota keluarga dalam keadaan sehat.
Ini penting banget, jangan sampai selama kemah malah jadi ga asik karena ada salah satu member yang sakit. Percayalah bunda... kemah masih bisa dilakukan di hari lain, tapi kesehatan keluarga itu yang terpenting.
Kemarin, kami nyaris batal kemah , bukan karena ada yang sakit, tapi cuacanya mendung sekali, seperti mau hujan deras. Tapi Alhamdulillah walaupun hujan masih tetap aman, karena kami dapat rejeki, rejeki tenda yang besar dan alasnya kayu, haha. Jadi walau malamnya hujan deras, kami masih aman aman.



2. Bawa camilan dan makanan untuk kemah .
Kemarin kami bawa koko crunch, susu, telur asin, dan nasi 1 tuperware. Sisanya kami beli mie, sarden, camilan micin, hahaha
Kata suami, “sebenarnya ya bun.. kita mau makan sehat bisa loh, tinggal bawa oat aja, sama buah”
Kalo saya sih, yhaaa gimana yhaaa... jarang jarang anakku bisa makan indomie dan camilan micin, wkwkwk, kita makan yang enak enak sajalah, wkwkwk.




3. Bawa baju sesuai kebutuhan
Jangan sampai rempong urusan baju, pilih yang ringkes, buat orang dewasa mungkin ga ganti baju gpp (hiiyy,, haha), tapi buat anak anak saya siapkan baju ganti, biar tidurnya nyenyak. Maklum, ini kemah pertama kami berempat ^^


4. Atur kegiatan untuk anak, jangan dilupakan !
Saya bawa permainan halma, buku gambar, dan alat tulis. Dan yang terpenting bukan seberapa banyak mainan yang dibawa bunda... tapi seberapa besar waktu kita untuk mereka. Jauhkan gadget dari pandangan kita, saya bersyukur sekali, suami ga ngeliatin hp buat kerja, justru waktunya dia berikan buat anak anak (so poud of you mas :* ). Dan saya bersyukur bosnya suami ga telepon telepon mulu, haha.
Trus main apa dong? Banyak bund... kita cuman perlu jadi anak kecil aja, main hompimpa, tutup mata, petak umpet, kejar kejaran, kuda kudaan, dsb. Mereka happy banget *^^*

menggambar binatang yang ditemui

FAV !


kata ayah itu bunglon, dan dia diam seribu bahasa




5. Bantal dan selimut apabila dirasa perlu
Untuk poin ini, saya masukan bantal dan selimut ke dalam plastik travelling, trus dibejek bejek sampai tipiiss, jadi ga rempong bawaannya ^^

6. Peralatan masak, kotak P3K, dan Alat penerangan
Kami bawa 4 mangkuk kecil, gelas, panci kecil, dan sendok garpu. Ga ribet sih, karena cuman 1 malam dan kami belum ada rencana barbeque, jadi kita ga bawa makanan makanan banyak, hehe... paling cuman masak mie, dan sarden, karena nasi kita sudah bawa sendiri,
Untuk kotak P3K, yang sudah pasti saya masukan ke dalam tas adalah young living. Di pouch lainnya ada lotion anti nyamuk (ini dadakan belinya), minyak kayu putih, hansaplast, betadin, dan ini semuaaa ketinggalan di rumah karena pouchnya warna pink dan dek Kani suka trus dia keluarkan dari tas, wkwkw...

fungsi penerangan saat malam hari 😆

7. Matrass atau tikar
Ingat ingat untuk bawa matrass untuk perlengkapan camping atau kemah keluarga, kebetulan kemarin kami cuman punya matras gulung, sepertinya next time mau beli matras yang bisa dilipat segi empat/ lebih kecil, karena rempong bawanya kalau matras gulung. Lumayan bermanfaat buat duduk duduk depan tenda apabila basah terkena air hujan, atau buat alas tidur.
 
tanpa matrass

dengan matrass

Sebenarnya kemah kemarin, kita sudah enak sih, tidak perlu bangun tenda dan sudah sekalian sewa kompor plus gas melon. Camping kemarin kita putuskan di Ledok Sambi, Sleman Yogyakarta. Bagi yang berminat bisa langsung menghubungi CP nya di 0819-0426-2581, nanti bisa sekalian booking paket camping seperti apa. Karena kami hanya sekeluarga jadi kami pakai paket perorangan, harga per orangnya Rp 35.000,- dan nanti ada harga sewa tenda plus sewa kompor. Mau sewa matras dkk juga bisa, harga menyesuaikan. Saran saya booking tempat dulu, karena kalau on the spot tidak bisa dijanjikan selalu ada. Oiya disini juga ada tubbing river untuk anak anak, jadi seru buat opsi permainan anak anak, tapi sayangnya kemarin aliran sungai sedang kencang, kami tidak bisa mencicipi tubbing river.

Kelebihan nya berkemah disini untuk pemula, disini ada toilet (bersih loh !), alat penerangan di tiap titik perkemahan, dan ternyata kalau naik ke atas, disana ada toko di deket kampung, yang lengkap jual makanan kecil hingga sarden maupun sambal terasi. Hahaha, kan jadi enak yaa, wkwkwk...

Selanjutnya kami mau coba berkemah di tempat lain, liat kondisi anak anak dan waktu suami, semoga bisa segera direalisasikan. Sambil menunggu cerita pak suami, dah siapin apa saja untuk perlengkapan kemah kami (hahaha, kode kode, walaupun  ga usah punya dulu gapapa paak... sewa sewa aja, rumahe ra cukup diiseni barang maning, wkwkw)





Respon anak anak tentang berkemah  (yang kadang mereka sebut camping) gimana?
Kalau Akta “Aku mau camping lagi”
Kalau Kani “Aku ga suka camping, mau nunggu di rumah saja”
 
hahaha... tenang dek, orientasi nya akan tetap berlanjut, karena bunda yakin, kamu pasti bisa strong :* dan mana tegaaaa ga ngajakin nak cantik nan lucu buat jalan jalan seseru ini ^^




Salam,
Rachma