November 13, 2022

Ibu, be Strong !

Assalamualaikum

Kalau dibuku karya dr Aisah Dahlan disebutkan, bahwa untuk menjadi orang tua yang bijaksana, langkah pertama yang dilakukan adalah niat. Niat atau bismillah. Dalam bentuk apa? Bisa dalam bentuk ucapan dan doa. Tiap solat lafadzkan doa tersebut “ya Allah bismillah jadikan aku ibu yang bijaksana. Aku ibu yang lemah lembut, bijaksana”. Ucapkan terus menerus, agar terekam dalam otak kita.

Di salah satu tayangan video youtube PECAHTELOR di sesi wirausaha, ada salah satu video yang membahas tentang bagaimana dia membesarkan anaknya ketika kecil. Saat kecil dulu, si anak kalau menangis, masya Allah suaranya keras sekali sampai mereka takut menganggu keluarga. Dan katanya, “tiap anak saya berkelakuan tersebut (misal berkelakuan tidak baik) saya ucapkan dalam hati Robbi Habli Minassholihin” berulang kali terus menerus, meminta pertolongan Allah supaya hati anak itu dilembutkan, dijadikan anak solih solihah.

Anak solih solihah itu apa?

Dalam kajian Abah Ihsan, dan dalam kajian Kak Erfan dijelaskan, anak solih solihah itu ya gabungan seluruh perbuatan baik. Kita harapkan anak kita jadi anak jujur, rajin solat, baik adabnya, baik perilakunya, dan semua semua hal yang baik, ya itu SOLIH dan SOLIHAH.

Seperti disebutkan dalam cerita yang pasti sudah sering kita dengar, tentang salah satu IMAM besar di MASJIDIL HARAM, yang dulu saat kecil saat si ibu marah, dia berucap “SANA PERGI KAMU, JADI IMAM MASJIDIL HARAM”.

Dahsyat ya kekuatan seorang ibu.

--

Sebenarnya, tulisan ini untuk menguatkan diri saya saja sih. Belum genap 1 bulan berlalu saya sudah menangis beberapa kali, di depan tetangga, suami, dan bahkan wali kelas anak saya. Apa karena kelakuan anak saya? Alhamdulillah bukan. Tapi lebih ke beberapa mulut yang berkomentar asal seperti

Bisa jadi anakmu berkelakuan xxx karena ga deket sama ayahnya

Atau

Makane to anake ki diperhatekno, sopo ngerti dia itu butuh didampingi

Atau

---masalah tentang ibu bekerja yang anaknya ga diperhatikan—

Duh nulis gini jadi mau nangis lagi, hehe

Awalnya dulu saat dikomen 1 atau 2 orang, saya masih kuat. Masih bisa saya terima semua ucapannya, saya kembalikan ke diri saya sendiri, ini itu yang kurang, saya terapkan dsb. Tapi ketika beberapa kali diucapkan dan menyinggung tentang suami, ya Allah rasanyaa pengen ta teriakin. Cuman masalahnya kan gabisa hehe. Rasanya, ga perlu untuk menjelaskan secara detail, hal apa saja yang telah kami lakukan untuk memahami anak-anak. Bisa jadi juga memang saya yang kurang baik, cuman lagi sensi jadi suasana hati mobat mabit.

Yaah bismillah semuanya akan lebih baik lagi. Bismillah fokus saja jadi ibu yang baik untuk anak anak yang solih solihah. Semua omongan orang bismillah membantu kami menjadi yang lebih baik lagi, dan saya jangan dijadikan ibu yang baper ketika orang lain berkomentar. Tapi memang rasanya capeekk sekali kalau ingat perkataan mereka. Huhuhuhu... Cuman ya inilah hidup, harus dijalani, dinikmati, disyukuri, mungkin ini peringatan dari Allah melalui mereka bahwa saya jangan sombong dalam mendidik anak. Jangan merasa mendidik anak paling benar. Bisa jadi sih yaa ☺☺

Aamiin

June 13, 2022

Kelas Liburan Ini pilih Online atau Offline ya? -Judul tidak ada hubungannya dengan isi cerita-

Assalamualaikum

Ahaa ini sudah bulan Juni 2022, abis ini liburan sekolah, haha

Welcome mamak spaneng alias mamak working mom model bunda Rachma yang selalu bingung mau digimanain ini anak anak selama liburan sekolah.

Pusing amat buunnn, ambil Cuti dong bun? Ya kalii cuti 10 hari… masih kurang dong hehe

Jadi sejak dulu, kalau anak anak liburan sekolah sering dikirim ke Malang untuk liburan, tapi semenjak semakin gede dan sudah 2 anak, pernah sesekali Akta ikut kelas liburan, entah kelas bahasa Inggris atau kelas Agama. Nah buat tahun 2022, masih bingung mau apa, karena akhir liburan semester sebelumnya ada kejadian ga enak.

Jadi liburan kemarin, Akta ambil kelas bahasa Inggris. Anaknya mau? MAU. Suka? SUKA. Trus kenapa dong?

This entry was posted in

May 29, 2022

Cerita AktaKani : Konsul TB ke DSA Tumbuh Kembang di Yogyakarta

 Assalamualaikum

“Ma, tadi aku dibilang temen temen kalo Aku pendek, kecil, hitam”

Ini kira kira sudah laporan kesekian kalinya. Awalnya saya ga terlalu ambil pusing, tapi lama kelamaan terganggu juga. Kenapa ga ambil pusing? Yang pertama karena memang Akta belum terlalu tinggi secara badan, selain itu saya tekankan sama Akta, kalau teman yang baik, dia ga akan melihat dari bentuk tubuh kamu, kamu cari aja teman yang lain.

Selang beberapa hari dia bilang “Aku di sekolah ga ada temen main, temen mainku cuman si X aja. Karena cuman dia yang ga pernah olokin aku”

Nah… mulai bingung deh owe, wkwkwk

Selang beberapa hari dapat cerita lagi, Akta dibilang temen di perumahan kalau dia ga berguna pas diajak main bola, trus Akta emosi. Pas Akta emosi juga gitu, ucapannya ya Allah… rasanya pengen disumpel kain aja mulutnya biar ga ngomong jelek jelek, tapi Alhamdulillah ngomongnya ya di depan bunda, bukan di depan temennya. Padahal ya santai aja gitu lo kak kalau diece... balas pakai lawakan trus ajak main lagi.

Selang beberapa hari kemudian ada aduan lagi dari Akta, bahwa dia paling pendek diantara teman sekelasnya, bahkan teman sekelasnya yang dulu kelas 1 paling kecil, sekarang mulai bergerak mengalahkan tinggi Akta. Lama lama bunda ngerasa mulai ga beres, apakah anakku mengalami krisis PD dengan bentuk tubuhnya? Karena merasa ga PD, jadi ngefek ke kesehariannya, jadi merembet kemana mana, ngerasa semua temen ngejauhin dia, ngerasa semua orang lihat dia tuh kecil, lemah, dsb. Jadinya kelebihan yang dia miliki langsung sirna gegara dia kurang tinggi?

Malamnya setelah anak anak tidur, iseng lah masukin tinggi badan dan TTL ke salah satu web di google untuk melihat kalau di KIA tuh ada di titik mana sih? Dan setelah itu muncul hasil mepet ke garis hitam, hiks, bunda langsung gemeteran, langsung screenshot dan kirim ke suami via WA, dan besoknya langsung bikin janji ke dokter tumbuh kembang.

May 23, 2022

Sebelum Ajak Anak Anak Travelling, siapkan Briefing dulu Bun !

Assalamualaikum

Alhamdulillah akhirnya terealisasi keinginan untuk bawa anak anak liburan ke Karimun Jawa bulan November 2021 kemarin. Kenapa sih kok pengen ajak anak anak kesana? Yaa sebenarnya hasrat ibu bapaknya aja sih pengen jalan jalan, haha, eh tapi nggak ding, anak anak juga pengen bisa lihat ikan asli di bawah laut. Jadi, syarat pertama untuk mereka adalah : harus ambil kelas renang dulu sebelum ke Karimun Jawa. Walaupun sebenarnya di Karimun Jawa kita akan terjun ke laut via snorkeling yang pasti dilengkapi dengan pelampung, tapi akan lebih tenang kalau anak anak sudah ada basic renang setidaknya bisa mengurangi rasa takut dalam air. Lah bunda emang bisa renang? BELUM dong, wkwkwk.

Salah satu hal yang harus disiapkan ketika membawa anak travelling terutama jarak jauh adalah memberikan briefing untuk anak anak. Contoh kasusnya misal ketika saya ajak anak anak ke Karimun Jawa yah. Satu bulan sebelumnya, saya infokan ke mereka bahwa kita akan pergi ke Karimun Jawa, karena kalian sudah bisa renang (minimal sudah enjoy di dalam kolam renang). Reaksi mereka? Satu sisi super happy, di sisi lain deg deg an “Ada hiu megalodon ga maaa?”

March 6, 2022

Omicron Menyapa dan Sudah Pergi 😊

 Assalamualaikum

Alhamdulillah, akhirnya kami sekeluarga kena jatah virus corona versi omicron minggu ketiga di bulan Februari. Hari Sabtu, seperti biasa suami masih berangkat sepedaan sendirian trus lanjut meeting online. Saya? Kebagian antar Kani untuk aktivitas gymnastic, dan sore anter Akta sepatu roda. Siang hari, kondisi suami tiba tiba lemas, tidak demam (sudah cek suhu pakai thermometer), tidak batuk. Sorenya pas saya lagi anter Akta sepatu roda, suami whatsapp kalau dirinya mau ambil tes PCR aja, dan berujung saya booking pendaftaran di Hilab Jogja untuk sore jam 17.00.

Sepulang dari lab, suami langsung isolasi di kamar Akta, sedangkan kami bertiga plus rewang di rumah ya beraktivitas seperti biasa. Malamnya, saat anak anak sudah tidur, dan rumah sudah rapi, bunda kepikiran pengen me time nonton Ghost Doctor. Belum 30 menit nonton, sekitar jam 10 malam suami bangun dan sudah pakai masker, bilang, “bun, aku positif”😊

January 18, 2022

Catatan Singkat, Video Abah Ihsan : Tahap Agar Anak Konsisten Pada Kebaikan

 Assalamualaikum

hari ini charge ilmu orangtua lagi, tujuannya ya biar selalu waras setiap harinya. Seperti biasa, lagi suka banget nonton channel youtube Abah Ihsan. Sebenarnya selain liat channelnya, saya dan suami juga termasuk salah satu alumnus mom and dad PSPA yang katanya alumnus, tapi kok ya ilmu parenting ga lulus lulus, hehe. Ya karena perjalanan menjadi orang tua tidak akan pernah berhenti.

Yang berkenan baca blogspost ini Alhamdulillah, tapi yang lebih tertarik nonton videonya, bisa langsung meluncur ke link ini ya

January 13, 2022

Obrolan Akta dan Bunda (2022)

Assalamualaikum

Pagi ini saya lari ditemani Akta sambil bersepeda dalam rangka mengikuti #KEB10KVIRTUALRUN .  Akta tidak lari? Tidak. Dia masih belum menemukan enjoy nya lari, hehe, dia mending bersepeda saja. Sepanjang saya lari, dia ngobrooll terus tapi saya diamkan, sampai dia bilang “Mama kok diam aja sih kalau kakak cerita?”

“Lagi lari” jawab saya pendek.

Hehe, saya memang belum bisa lari sambil ngobrol, padahal lari sudah sejak 2011. Mungkin karena lari nya ngap ngap an yah, bukan yang rutinitas.

https://www.strava.com/activities/6514592149

Saat KM ke 5, tiba tiba Akta nanya “Ma, kok mama dulu ga pernah dibeliin opa burger?”

This entry was posted in

January 12, 2022

Selopamioro, Sriharjo : Mau lari, jalan, bersepeda, atau kemah? BISA

 Assalamualaikum

Kayaknya sudah pada sepakat yaa (terutama untuk penduduk Jogja), bahwa pandemic covid19 kemarin benar benar memunculkan antusiasme bersepeda di kalangan warga Jogja. Sebelum pandemic saja, komunitas sepeda Jogja sudah banyak, apalagi sekarang setelah pandemic malah jadi makin buanyak ^^. Salah satu spot yang harus didatangi komunitas sepeda yaitu Selopamioro alias Sriharjo di daerah Bantul.

Apapun jenis sepeda anda, kayaknya bisa semua deh. Karena sepanjang saya sepedaan kesana, ada yang pakai roadbike, MTB, seli, sepeda jadul, dan mungkin sepeda listrik juga ada. Lha bagaimana tidak, karena rute menuju kesana full aspal, baguus dan ada tempat buat makan sarapan. Kecualiii anda mau blusuk blusuk ke dalam selopamioro, untuk roadbike tidak disarankan, daripada ban sepeda jadi ga aman, hehe. Awal awal saya sepedaan juga ke Selopamioro di bulan Juli 2021.



Bulan Oktober 2021 kemarin, saya pergi kesana bersama ibu ibu perumahan, PP kurang lebih 40 km-an. Lumayan lah yaaa buat hore hore. Kami pergi naik seli, dan pulangnya yaaa naik seli juga dongs, wkwkwkw. Oiya saya juga sempat buat video di youtube tentang perjalanan saya ke Selopamioro / Sriharjo bareng suami, dilihat yuk dan subscribe jugaa, hehe


Dan akhir 2021 saya dan suami lari di seputaran Selopamioro, blusukan ^^





Harga makanan di Sriharjo gimana? Murah murah kok, standar makanan angkringan Jogja ^^

Selamat bersepeda

January 11, 2022

Staycation : Villa Bluesteps (2020-Jogjakarta)

Assalamualaikum, haii semuanyaaa (baca sambil senyum)

Sebenarnya ini adalah staycation lama, tahun 2020 lalu. Saat itu keluarga dari Malang ada rencana ke Jogja, dan seperti yang kita semua tahu tahun 2020 masih awal pandemic, yang kalau ada keluarga berkunjung masih perlu lapor RT RW. Daripada ribet, kita memutuskan urunan untuk menginap di villa yang ada kolam renang nya juga, biar anak anak happy.

Baru aja sampe, eh hujan. Tapi tetep semangat buat nyemplung

November 21, 2021

Banyakin Istighfar

 Assalamualaikum

Saya sama suami kemarin keluar berdua, ambil kacamata bude di SCH dan iseng jajan grill di yuuki Jamal. Sampai sana, alhamdulillah ada promo wagyu dari 112K jadi cuman 95K..rejeki suami istri heheee. Makan di Yuuki cukup puas sih dengan harga segitu, untuk daging seperti di tempat lain ada menu beef, shortplate, dan beef enoki. Untuk waktu makan diberikan jangka waktu 90 menit sejak kompor dinyalakan. Lumayan sih 90 menit, kami berdua udah tambah daging wagyu lagi, hehe. Pulang pulang dah kenyang pol…

Selama makan, ngobrol ngalor ngidul. Mulai bahas sepedaan, bahas makanan di Yuuki, bahas aktivitas dan kelakuan anak anak, hingga akhirnya bahas khutbah Jumat kemarin. Ketika aku mengungkapkan isi hati gimana capeknya sehari hari dan menghadapi perilaku serta pencapaian mereka berdua, suami bilang

“kemarin pas khutbah Jumat diingetin sama Ustadz, untuk rajin rajin istighfar. Siapa tau hajat kita belum bisa tercapai karena dosa kita di masa lalu bun. Kata ustadz juga coba liat orang dulu rata rata rajin puasa senin kamis, kalau ditanya kenapa puasa senin kamis jawabane gawe tabungane arek arek sesuk dan banyak terbukti anak anaknya jadi orang sukses. Padahal ya orang tuanya biasa aja, ga kaya kaya banget”