3 Desember 2016

Asi Perah untuk dek Kani



Alhamdulillah sejak Kani lahir, ASI saya sudah keluar, bahkan setelah IMD selama 1.5 jam, Kani langsung menyusu pada saya. Seneng banget karena Kani juga sudah pintar menyusu dan langsung anteng setelah nenen. Di saat itu, saya berpikir “wah, pasti nanti perjalanan asipnya insya allah lancar”. Tapi keinginan itu tidak semulus pemikiran saya di awal, pemikiran saya SALAH, hehe.



Baca juga : Asip untuk Kak Akta (tulisan saat Akta umur 6 bulan)
Tepatnya, dua minggu sebelum masuk kerja saya mulai rutin pompa. Pagi, siang, sore, malam saya pompa terus, tapi kok hasilnya per PD kisarannya 80-120 ml. Saya pun galau, karena dulu saat Akta, per PD bisa memompa mulai kisaran 125-325 ml (atau 3-4 botol UC). Mulai deh pusing kepala, ini kenapa kok seret amat, cerita ke suami dan sama suami disuruh belanja baju aja biar hasil pompanya banyak, haha. Akhirnya saya juga makan sayur daun katuk (yang ternyata rasanya enaaakkk) padahal selama ini belum pernah makan sayur tersebut, ga lupa juga rajin minum susu almond, dan sampe bikin susu almond sendiri. Tapi ternyata tetep aja hasil perahan nya ga naik signifikan, kadang sih naik tapi mungkin karena intensitas pompanya diseringin. Saya pun curhat ke konselor ASI, mba Ratih, dan cerita pengen cobain power pumping. Kata beliau sih gpp kalo power pumping, cuman hasil perahanku juga bukan sedikit, 1 PD bisa 100 ml itu bagus kok, aahh jadi semangat digituin.

26 November 2016

Robopoli di Ultah Akta

Tanggal 22 November kemarin, Akta genap berusia 4 tahun. Tidak seperti tahun tahun sebelumnya, kali ini saya sengaja tanya ke Akta, ulangtahun besok mau ngapain, katanya mau ke kebun binatang saja :) *asek gampang*, tapi kemudian saya ingat, bulan lalu saat kami ke toko roti, dia menunjuk salah satu kue tart yang ada gambar power rangers dan berkata "besok aku mau kue ulang tahun yang ada power rangersnya ya, trus tiup lilin sama teman teman", dan saya iyain aja. Nah, sekarang waktunya menepati janji, walaupun Akta ga bakal ingat, cuman rasanya curang kalo saya tidak menepati janji kala itu. 

jadi, hari Jumat sebelum The Day (selasa, 22 November), setelah pulang kantor saya dan Akta melipir ke Progo buat mencari ide mau dirayain bagaimana. Sebelumnya sih sudah ada ide mau kasih peralatan gosok gigi, seperti gelas, handuk kecil, sikat gigi, dan odol, ditambah juga buku tentang gigi (entah buku mewarna, atau buku cerita). Tapi itu gagal, karena saya baru niat cari hampers dan tart nya 4 hari sebelumnya. Pasti rempong cari handuk dan tempat buat bordir nya, belum nanti nunggu setelah bordir baru bisa dibungkus. Jadi di Progo, kami meluncur ke tempat plastik, mencari wadah yang bisa digunakan untuk pembungkus hampers. Alhamdulillah ada yang cocok, tapi sengaja ga dibeli dulu, masih bingung isi hampersnya kayak gimana. Selanjutnya kami ke tempat alat tulis untuk beli tas plastik atau wadah snack bawaan.

Eh pas saya lagi milihin plastiknya, Akta datang dan berkata "mama, aku mau rautan mobil aja buat teman teman". Awalnya saya menolak, soalnya ga sesuai tema, tapi yasudahlah ini kan ultahnya Akta, jadi saya manut saja. Karena maunya rautan, jadi kami beli pensil, notes, penggaris mainan jadul, dan rautan. Malamnya, saya bahas lagi sama Akta, mau seperti apa, karena ada mainan rautan mobil, bagaimana kalo pake robopoli saja, daripada power rangers, dan Akta setuju. DEAL ! Keesokan paginya, jam 2 pagi saya sudah gabisa tidur lagi, jadi sekalian desain stiker untuk wadah pensil, dan hangtag untuk bungkus snack. Kemudian saya kepikiran juga untuk kasih mainan malam/playdough kecil yang di dalamnya dikasih tutorial untuk membuat mainan robopoli. Tutorial mainannya saya dapat dari pinterest (thanks to pinterest yang berkontribusi besar untuk setiap ulang tahun Akta, hehe). 

18 November 2016

Hello World : Cahayu Kania Aryesti

baca juga : menjelang kelahiran Kani


H-1 Kani lahir, tanggal 13 Agustus 2016
Mas pulang lagi ke Malang hari ini, dan  Kani masih belum ada tanda tanda mau keluar dari rahim, dan intensitas Braxton hicks juga masih jarang. Padahal kalau diingat ingat saat perjalanan Jogja Malang satu minggu yang lalu saya berasa sudah mau lahiran, hehe. Siangnya, kita pergi ke dokter Nirmala di Hermina Tangkubanperahu, ini baru pertemuan kedua, tapi saya sudah cocok sama dokternya, murah senyum, sabar dan ga sok sok tahu ^^. Masih ingat banget saat pertama kali kontrol, saya tanya beliau posisi bayi saya anterior atau posterior, dan beliau tanya “ibu dokter atau bidan ya?” hehe. Saat dicek lewat USG 3 dimensi, saya kaget karena keadaan bayi ada lilitan di leher, tapi katanya masih lilitan satu longgar, jadi kemungkinan besar masih bisa normal, dan mungkin ini penyebabnya Kani tak kunjung lahir. Selain masalah lilitan tadi, air ketuban, posisi bayi semua bagus dan siap buat lahir. Awalnya dokter Nirmala menawarkan obat induksi, tapi saya tolak karena masih ada beberapa hari lagi menuju HPL, dan beliau juga menunjukan muka menyesal sudah menawarkan karena sebenarnya masih ada waktu buat bayi Kani lahir dengan prosesnya sendiri. Jujur, kaget dan sedih saat dibilang ada lilitan, karena selama hamil Alhamdulillah semua berjalan lancar, tapi kenapa pas mau deket HPL (16/17 Agustus 2016) malah ada lilitan di leher. 
Begitu kelar kontrol, saya dan suami langsung melipir ke Mall samping RS, beli peralatan perineum massage seperti sarung tangan, dan gel (lupa namanya). Rencananya saya minta di perineum massage, siapa tau seperti si kakak dulu, setelah perineum massage jadi ada tanda tanda persalinan, hehe. Dan saya juga whatsapp kakak Pembina yang usianya mentok di 17 tahun (haha), aka bidan yessie, pemilik Bidan Kita, cerita tentang kondisi Kani yang sudah 39w lebih, tapi tak kunjung lahir dan sekarang ada lilitan, balasannya singkat, “nanti malam telpon ya”. Malamnya saya telepon beliau, dan Alhamdulillah kata kak Yes, “tenang aja, tali itu panjang kok, apalagi lilitan satu masih longgar. Wes sabaro, tenang aja, bayimu tau kok kapan harus lahir. Dan betul memang, kalo ditawari obat induksi jangan mau selama belum ada pembukaan, karena nanti bisa memancing intervensi yang lain.” ALHAMDULILLAH SIP. Kelar telepon, saya melakukan induksi alami seperti makan buah, pancing dengan hal yang lain, ga lupa duduk terus di gym ball, dan lanjut perineum massage. Trus ALHAMDULILLAH 

20 September 2016

7 Tips Agar Anak dan Ayah Makin Lengket



Sejak awal menikah, saya dan suami sudah LDR alias Long Distance Relationship, entah sejak kapan konsep itu berjalan seperti ini. Saat kami berdua (tepatnya sejak suami melamar saya) menikah, kami seakan tidak membahas perbedaan lokasi tempat tinggal kami, saya di Jogja dan suami dii dii dii dimana mana :D. Seperti sudah sepakat satu sama lain, kami (saya mencoba) nyaman nyaman saja dengan situasi ini, yang penting suami telepon setiap hari, pulang setidaknya 2 kali sebulan, dan sebagainya sebagainya (syaratnya banyak banget, wkwkw). Di awal perpisahan pertama kami sebagai pasangan yang menikah, malah suami saya yang terbawa suasana, dia memeluk saya lamaaa sambil terisak dan mengucapkan nasehat nasehatnya. Saya? Senyum senyum sajaaa…tapi rupanya seiring waktu berjalan, yang paling sering menangis ya saya, si wanita yang (sok) kuat ini rupanya cengeng berat, hihi. 

Kekhawatiran saya saat kami berbeda tempat tinggal mulai muncul saat kehamilan anak pertama. Saat itu saya membaca peran penting seorang ayah di rumah, hingga saya dengar tentang anak beberapa teman (dan temannya teman) yang tidak mau dekat dengan ayahnya (karena posisi ayah di luar kota, dan pulang beberapa minggu atau bulan sekali). Bahkan si anak ini sudah bisa dikatakan tidak kecil lagi, tapi sudah besar kisaran SD. Alhasil sejak dalam kandungan hingga lahir ke dunia, Akta sudah saya bilangi kalau ayah kerja di luar kota. Alhamdulillahnya sejak bayi, Akta sudah dekat dengan ayahnya. Saat ayahnya pulang, ada saja tingkah laku mereka, mulai Akta tidur di pangkuan ayahnya, Akta didongengin si Ayah sampai (ayahnya) tertidur, mandi berdua, jalan jalan berdua, dan hingga sekarang mereka bisa bekerja sama “ngerjain” saya. 

17 September 2016

Mengenal Montessori Lebih Dekat



Awal bulan Agustus, di salah satu grup whatsapp, ada penawaran seminar aka sharing tentang Montessori, dan yang berbagi ilmu tidak lain tidak bukan mba Vidya yang heits di instagram (soalnya saya tahunya dari Ig, Ig beliau @vidyadparamita) dan salah satu pengelola dari Harmony Montessori School Jakarta. Saya bersemangat, langsung daftar dan bayar uang pendaftaran, meskipun belum tau bisa datang atau tidak, hehe. Soalnya Kani juga baru lahir, dan saya ga kebayang bawa 2 anak ke acara sharing (belum mampu handle sendiri). Alhamdulillahnya, ketakutan saya tentang tidak bisa hadir tidak terbukti, hihi. Beberapa malam sebelumnya, saya sudah cerita ke Akta, kalau saya mau seminar, seminar itu belajar, dan bunda hanya bawa dek Kani. Awalnya dia menolak tidak mau ditinggal, mungkin karena selama hampir 4 tahun, Akta selalu saya ajak ke setiap acara yang saya ikuti. Dan ini adalah kali pertamanya Akta saya tinggal di rumah, hehe, semangat kakak !!!


Langsung aja sharing tentang materi mba Vidya yah. Kesan pertama ketemu langsung sama mba Vidya, orangnya ramah sekali ^^ Alhamdulillah yaaa ada pendidik yang ramah seperti ini :) sebelum acara sharing dimulai, beliau berkeliling ruangan untuk kenalan satu satu dengan para peserta, termasuk dengan saya, basa basi sih tapi hangat dan menyenangkan. Materi mba Vidya ga sepenuhnya saya catat, karena tangan kiri saya menggendong Kani, dan tangan kanan untuk menulis, kalo tangan kiri pegel aka capek, jadi gendong Kani nya ganti pake tangan kanan, dan kadang saya harus berdiri menjauh dari meja karena Kani minta diayun dan ganti pempers ^^. Rempong yaang menyenangkan

5 September 2016

My Pregnancy Journal : Menjelang Kelahiran Kani, Cahayu Kania Aryesti



Saya masih ingat sekali saat bulan Desember 2015, kami diinfokan oleh dokter dan bidan, hari perkiraan lahir Kani akan jatuh tanggal 16 atau 17 Agustus 2016.
Saya juga masih ingat, hari lahir Akta maju 2 minggu sebelum HPL, awalnya HPL awal Desember 2012, tapi Akta sudah lahir di 22 November 2012. 


Dan saya juga sering baca kalau anak kedua persalinannya akan lebih cepat daripada anak pertama :D. 

Jadi hari Sabtu, tanggal 6 Agustus, tepat 2 minggu sebelum kelahiran Kani, saya sudah otw ke Malang naik mobil bersama suami. Kami pergi jam 8 pagi dari Yogya ke Malang dengan bawaan yang sangat banyak dan yang (akhirnya) bisa dimasukan ke mobil super kami :D haha. Selama di perjalanan, saya berdoa supaya tidak ada halangan yang berarti, supaya ga ada kejadian seperti Akta dulu, ban mobil bocor 2x di tempat sepi, dan sampai Malang langsung persiapan lahiran, haha. Dan tau yang  terjadi? Mobil kami Alhamdulillah tidak mogok, tapi saat di jalan kami memilih jalan tol Solo-Sragen yang rupanya belum selesai, alias jalan masih JELEK, masih BERBATU, dan yang BERASPAL tidak ada RAMBU apapun. Akhirnya si mas jalan pelan pelan walau jalannya beraspal, tapi setelah menemui jalan berbatu kami segera belok ke perkampungan. Jalan tolnya memang sepi, tapi kalau kondisinya seperti itu sama saja kami berjalan di tengah kemacetan -_-. 

3 September 2016

Sibling Rivalvy antara Nomor Satu dan Nomor Dua



Welcome to klan #emakberanakdua !!!

Alhamdulillah sejak 14 Agustus 2016 kemarin, saya resmi jadi ibu dua anak, yang artinya sudah ada 2 anak malaikat yang jadi tanggungjawab saya. Rasanya? Luar biasa lega, capek, dan menyenangkan. Lega karena anak kedua lahir dengan selamat dan sehat (insya allah), capek karena malam pertama kami lalui dengan oek oek (haha) yang membuat saya, suami, dan kakak Akta tidak tidur semalaman, hehe, dan menyenangkan karena ada boneka bayi lagii di rumah :D.

Ada boneka bayi lagi di rumah berarti juga harus pasang aksi jitu untuk tetap memperhatikan boneka bayi pertama (yang udah jadi kakak). Kenapa? Karena setelah sekian lama dia jadi pusat perhatian, dan sekarang harus berbagi dengan si adik. Mungkin untuk kakak adik yang selisihnya kurang lebih 5-6 tahun sudah mengerti arti berbagi. Tapi untuk rentang selisih umur 3-4 tahun masih belum terlalu paham arti berbagi, maunya ditemenin main, makan, dsb.

Selama proses kehamilan, tidak jarang banyak yang bilang, eh nanti cemburu lo si kakak, atau ati ati besok kalo cemburu mukul. Ada juga beberapa orang yang bercerita tentang tingkah anaknya saat si adik lahir, ada yang cemburu padahal selama kehamilan si kakak paling semangat melihat hasil USG adik, atau ada juga yang cemburu selama proses kehamilan terjadi. Kalau sudah begitu saya saring bagian positifnya, dibuang yang bagian negatifnya, wkwkwk. 

gambar diambil dari SINI
 

Rumah Rachma Template by Ipietoon Cute Blog Design