Pengalaman ikut Yoga Kehamilan di Balance Mind Body and Soul, Yogyakarta

11 Mei 2016

Pengalaman ikut Yoga Kehamilan di Balance Mind Body and Soul, Yogyakarta




Hari selasa kemarin, saya memutuskan untuk mengambil ijin (atau cuti) di kantor. Badan saya sejak hari Kamis sudah kaku, perut sudah tegang terus, entah karena ada suami jadi si baby jadi (sangat) aktif (Alhamdulillah). Karena di hari Selasa saya ambil cuti, saya (sedikit) memaksa diri saya untuk mengikuti kelas yoga kehamilan Balance Mind Body and Soul di hotel Puri Artha, karena sejak hamil #1 Akta kemarin, saya sudah minat banget mengikuti kelas yoga hamil disana, tapi ga keturutan, karena jadwal yoganya di hari Selasa pagi ^^. Setelah browsing, jam yoga dimulai pukul 08.30 WIB dan sesi kedua 10.30 WIB. Tapi sayang sekali, ketika saya datang jam 08.00 kelasnya sudah penuh dengan maksimal peserta sebanyak 15 orang, jadi saya ikut kelas sesi 2 jam 10.30 WIB.

gambar dari SINI
Ih seneng banget kemarin, karena untuk yoga kehamilan dipegang langsung sama bu yesie, owner Bidan Kita. Dulu saat hamil #1 Akta saya dan suami pernah ikut kelas hypnobirthing di Bidan Kita, dan untuk hamil #2 ini saya bertemu lagi dengan beliau setelah sebelumnya ikut kelas salsa dance nya ^^. Gatau kenapa, selama hamil kalo ketemu bu Yesie bawaannya positif terus, hehehe, mungkin karena beliau salah satu provokator (halah, bahasaneee) gentle birth di Indonesia, jadi auranya pun positif. 

Yoga kehamilan di Balance Mind Body and Soul berlangsung selama 1.5 jam dengan biaya per kedatangan Rp 75.000,-. Apa yang didapat selama yoga? Buanyaakk… ga hanya yoga biasa, tapi yang mahal adalah cerita, petuah/materi dari bu Yesie. Sebagai orang yang hamil, kita perlu banget untuk mengedukasi diri sendiri, salah satunya sering sering baca proses persalinan, terutama yang positif, biar hawanya kita juga positif. Kemarin pas yoga diajarin tentang nafas (saya langsung bersyukur, beneran deh, karena memang nafas itu penting banget di proses persalinan). Saat hamil #1 saya diajarin di kelas senam hamil tentang nafas-nafas yang berbeda, dan rata rata lewat mulut. Dan di hamil #2 ini, saya (mencoba) rutin yoga nya mbak Katty Appleton dari youtube, yang nafasnya juga lewat mulut. Tapi kemarin beda, bu Yesie mengajari nafas lewat hidung ke hidung, dan nafas injui (gatau penulisannya gimana) –hidung ke hidung dan lewat tenggorokan. Jadi kemarin setengah jam dibuat cerita sharing” gitu, setengah jam selanjutnya dibuat latihan nafas, dan setengah jam terakhir dibuat yoga sambil menerapkan nafas yang tadi diajarin, rasanya? Luar biasaaahhh, pas sesi pendinginan, saya mau KETIDURAN. Hahaha… 

Sebenarnya saya mau share tentang materi kemarin, tapi bener deh, aku lupa… hehe.. cuman inget poin pentingnya saja. Kebetulan kemarin, bu Yesie cerita juga tentang ibu hamil yang dia adalah pelari marathon ^^ (kebetulan ikut sesi jam 08.00 tadi pagi). Saat ditanya, kok mampu lari sejauh itu? Jawabnya karena saya latihan tiap hari, latihan lari atau fisik minimal 1 jam. Kemudian ditanya, apa yang penting saat lari? Dijawabnya adalah NAFAS.

Beneran yaahh, persalinan itu mirip marathon. Kita dikasih waktu 40 minggu untuk mempersiapkan lahiran loh, kalau gak dipergunakan bener bener percuma, karena ini adalah titipan Allah. Selain itu, marathon aja perlu latihan loh, yakin persalinan enggak butuh. Yoga sekali seminggu apa cukup? Deeeggsss…hihi… kebanting banget deh digituin, kadang aja yoga pagi hari males banget, padahal sekarang di rumah udah ada yang bantuin pekerjaan rumah, eehh malah saya males malesan, hehe. Harus banget rutin jalan kaki, rutin yoga, rutin afirmasi positif, dsb, dsb. 

Kemudian, poin yang saya ingat lagi adalah, saat persalinan, ini adalah antara saya, baby, dan keluarga. Nakes (tenaga kesehatan) ada di lingkaran terjauh, kenapa? Karena kenyamanan saat proses kelahiran sangat dipengaruhi oleh lingkungan terdekat, dan saya sudah merasakan hal itu di proses persalinan #1 Akta kemarin ^^. 

Saat bu Yesie bilang, kenapa nakes atau kadang bidan ada yang jahat? Karena mereka adalah manusia, mereka punya birth trauma, selama proses persalinan dan saat proses belajar jadi bidan, mereka kebanyakan lihat proses yang sulit, melelahkan, dan ujung-ujungnya marah marah. Karena itu, jangan salahkan nakes, kalau mau proses yang nyaman harus BERDAYAKAN DIRI. Kemudian bu Yesie bilang, kenapa ada nakes yang pasti bilang “kok melahirkan enggak pake sakit? Harusnya kan sakit, udah ga bisa jalan, dsb” INI ADALAH DEEEGGG saya yang kedua, karena saat proses persalinan #1 saya dapat pertanyaan itu dari bidan di rumah sakit. 


Saat itu saya datang dengan pembukaan lima, tapi saya takut untuk bilang sudah bukaan 5, setelah dipaksa dan saya mengaku kalo bukaan 5, bidannya bilang “kok pembukaan 5 masih bisa jalan? Masih bisa santai santai, masih bisa nanya kesini buat pesen ruangan? Haruse kan wes sakit bu?” ladalaaahh, saya bengong ajaa, hancur itu semua afirmasi positif selama di kendaraan, kemudian saya dibawa ke ruangan IGD, dan baru pertama lihat alat alat untuk ngecek keadaan bayi (ngecek gerakan baby karena kontraksi, ngecek detak jantung bayi –karena selama hamil di RS tempat konsul ga ada alat untuk cek detak jantung bayi) dan kageet, dicek pembukaan dalam, saya baru dapat pembukaan 1, hehehe, padahal sebelumnya di klinik yang lain sudah dicek pembukaan 5. Hihi…  

bisa baca curcolan saya disini 
Kata bu Yesie, jangan salahkan nakes kalau mereka berpikiran seperti itu, karena dalam masa kuliah dulu juga lebih banyak mendapatkan pelajaran tentang persalinan dengan kondisi khusus daripada persalinan alami normal. Selain itu, selama menjadi tenaga kesehatan, mungkin mereka sering melihat ibu yang kesakitan, dan itu bisa masuk ke alam bawah sadar, dan menjadi birth trauma bagi nakes tersebut. Setelah diceritain bu Yesie detilnya, rasanya beban saya (menyalahkan nakes karena kasih afirmasi negatif ke saya) menguap, saya ikhlas digituin sama Nakes kemarin saat persalinan #1, saya tau bagaimana ga enaknya punya birth trauma, jadi saya sekarang sudah iklasss buukk kemarin dijejelin pertanyaan seperti itu. Semoga besok kalo dapat yang begituan lagi di persalinan #2 saya masih bisa senyum, dan menguasai diri sendiri. Amiin … 

Sehat sehat yaa baby #2, insya allah lahirannya lancar yaa… semoga saja bisa nyaman, tenang, biar kakak juga happy lihat persalinan nya dedek ^^. 

Lokasi Balance Mind Body and Soul 


Alamat: Jl. Cendrawasih 36 Demangan Komplek Hotel Puri Artha, Yogyakarta
Nb : Kalau sudah sampai lokasi, lebih baik tanya ke satpam untuk tempat yoganya, karena lokasinya ada di luar hotel .


2 komentar :

  1. semoga nanti kalau udah hamil bisa ikut yoga juga..

    BalasHapus
  2. Aku pengen bgt deh join kelas yoga tapi masih buta, sedih gatau dimana di depok yg ngadain yoga hamil. Huhu

    BalasHapus

Terimakasih ya sudah mampir di RumahRachma. Tinggalkan komentarmu untuk postingan ini yuk biar aku seneng. LOL. Nanti akan saya BW balik yah ^^