November 21, 2021

Banyakin Istighfar

 Assalamualaikum

Saya sama suami kemarin keluar berdua, ambil kacamata bude di SCH dan iseng jajan grill di yuuki Jamal. Sampai sana, alhamdulillah ada promo wagyu dari 112K jadi cuman 95K..rejeki suami istri heheee. Makan di Yuuki cukup puas sih dengan harga segitu, untuk daging seperti di tempat lain ada menu beef, shortplate, dan beef enoki. Untuk waktu makan diberikan jangka waktu 90 menit sejak kompor dinyalakan. Lumayan sih 90 menit, kami berdua udah tambah daging wagyu lagi, hehe. Pulang pulang dah kenyang pol…

Selama makan, ngobrol ngalor ngidul. Mulai bahas sepedaan, bahas makanan di Yuuki, bahas aktivitas dan kelakuan anak anak, hingga akhirnya bahas khutbah Jumat kemarin. Ketika aku mengungkapkan isi hati gimana capeknya sehari hari dan menghadapi perilaku serta pencapaian mereka berdua, suami bilang

“kemarin pas khutbah Jumat diingetin sama Ustadz, untuk rajin rajin istighfar. Siapa tau hajat kita belum bisa tercapai karena dosa kita di masa lalu bun. Kata ustadz juga coba liat orang dulu rata rata rajin puasa senin kamis, kalau ditanya kenapa puasa senin kamis jawabane gawe tabungane arek arek sesuk dan banyak terbukti anak anaknya jadi orang sukses. Padahal ya orang tuanya biasa aja, ga kaya kaya banget”

Trus pas saya cerita, “Beberapa bulan lalu, aku baca tulisan lamaku di blog. Aku kaget e mas, ada tulisan tentang rumah yang aku pengen punya. Dan aku udah lupa kalau pernah nulis itu. Merindingnya adalah beberapa hal yang aku tulis, itu terjadi di rencana renov kita besok (kebetulan kami memang lagi mempersiapkan untuk renov rumah total, dan sudah konsul ke arsitek juga). Masya Allah kaget eee kejadian beneran”

Kemudian suami respon “Mas jadi inget di ceramahnya ustadz xx dibilangin, setidaknya di dalam rumah itu perlu ada tempat solat tersendiri. Coba cek (salah satu jenis aliran islam di Indonesia), mau rumahnya besar atau kecil, selalu ada mushola yang di dalamnya hanya untuk tempat solat, dilarang untuk tempat tidur, main, ngobrol, dsb. Dan di mushola selalu ada minimal sajadah, tasbih, dan Al-Quran”

Saya mengangguk mengiyakan karena di rumah saya juga seperti itu.

Dan suami melanjutkan “Karena ada pendapat yang mengatakan bahwa, hajat terpenuhi karena doa, usaha, dan tempat kita berdoa. Makanya bunda yang sabar sama anak anak. Banyak banyak istighfar, terus doain anak anak ya”

Saya mengangguk lagi, ingat bahwa semalam di mobil sudah mau nangis. Kondisi badan dari travelling ke Karimun Jawa selama 4 hari membuat saya drop. Sampai Jogja masih dilanjut ke dokter gigi untuk antar adik cek gigi, yang ternyata direkomendasikan ke drg anak, akhirnya mau tidak mau saya berdua denKanin   antri lagi ke drg anak sampai jam 7 malam. Pulang dari drg, jalanan macet, dek Kani nangis mengeluh giginya sakit (dia kena abses dan tambalan gigi bawah ada yang dilepas), dan kemudian hujan. Pikiran saya antara yang sudah pengen selonjoran sejak dari Karimun Jawa langsung ambyar, membayangkan masih harus ke apotek cari obat adek, belum lagi belanja kain flannel dan masih harus dijahit untuk tugas sekolah besok. Belum lagi kepala pusing sejak beberapa hari lalu yang tidak kunjung sembuh. “Ya Allah pengen nangis rasanya di mobil” begitu kata saya, hehe, tapi bagaimanapun keadaannya bunda harus kuat, bismillah semua sudah ada porsinya.

Dan besok malamnya dibilang suami “Istighfar, sabar, dan doain anak anak terus”

Bismillah ya beb

Doakan aku

Salam

Rachma

1 comment:

Biar aku bisa jalan jalan ke blogmu, silahkan tinggalkan komen di postingan ini yah